• UGM
  • IT Center
  • Language switcher
Universitas Gadjah Mada Laboraatorium Filsafat Nusantara
Fakultas Filsafat
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
  • Kegiatan Lafinus
  • ICNP
  • Kontak
  • Multimedia Nusantara
    • Musik Nusantara
    • Tari Nusantara
  • Beranda
  • Kegiatan Lafinus
  • Diskusi Bulanan Laboratorium Filsafat Nusantara Fakultas Filsafat UGM (LAFINUS) bersama Riana D. Sitharesmi , S.Sn, MA

Diskusi Bulanan Laboratorium Filsafat Nusantara Fakultas Filsafat UGM (LAFINUS) bersama Riana D. Sitharesmi , S.Sn, MA

  • Kegiatan Lafinus
  • 23 March 2018, 14.02
  • Oleh:
  • 0

Tema diskusi bulanan (20/02/2018) kali ini adalah “Estetika Ontologis Bedoyo-Legong Calonarang Suatu Pengejawantahan Hermeneutika Gadamerian di Wilayah Penciptaan Seni Tari”. Bedoyo-Legong Calonarang merupakan karya seni tari kontemporer kolaborasi  dua maestro tari tradisi Indonesia Retno Maruti  dan Bulantrisna Djelantik, tari ini menyajikan bedoyo dan legong dalam satu ruang pertunjukan. Tema diskusi tersebut menjadi bagian dari disertasi Riana D. Sitharesmi.  Pembahasan diskusi fokus pada 2 pertanyaan inti, pertama, Apa makna kehadiran Bedoyo-Legong Calonarang menurut perspektif hermeneutika Gadamer?, kedua, Bagaimana hermeneutika Gadamer mengejawantah di dalam proses penciptaan Bedoyo-Legong Calonarang?. Menurut Riana, Bedoyo-Legong Calonarang melalui hermeneutika Gadamer merupakan suatu “kendaraan” sekaligus “ruang” di mana di dalamnya entitas yang saling berbeda berkolaborasi mengupayakan wujud karya seni tersebut.  Memahami yang berarti mengaplikasikan (subtilitas applicandi) terwujud di dalam kerja kolaboratif para kreator Bedoyo-Legong Calonarang, ujarnya. Peleburan horizon pengetahuan masa lampau (tradisi, legong, bedoyo dan cerita Calonarang) dengan horizon pengetahuan masa kini, menghadirkan produksi makna baru. Makna baru tersebut berupa nilai-nilai estetis yang sudah tentu berbeda dengan dimensi estetis bawaan masing-masing substansi pembentuknya (bedoyo dan legong). Riana menambahkan bahwa di ruang hermeneutis Gadamer menyediakan setiap kemungkinan peleburan horizon-horizon yang membangun dan menjaga dialog dalam suasana “persahabatan”. Di dalam ruang hermeneutis inilah suatu harmoni dapat dihadirkan tidak melulu berupa sebuah sintesa, tetapi lebih kepada suatu upaya merawat perbedaan dan kontras-kontras untuk tidak saling berseberangan, tidak saling mematikan atau menentang satu sama lain.

(Lafinus Team)

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Lafinus UGM Memfasilitasi Launching dan Diskusi Film Dokumenter “Derap Dayak”
  • LAFINUS FILSAFAT UGM BEKERJASAMA DENGAN FAKULTAS FPIPSKR UPGRIS SELENGGARAKAN TOT DAN COACHING MEMBANGUN JIWA MERDEKA
  • MEMERDEKAKAN JIWA DOSEN
  • Prosiding Simposium Nasional Filsafat Nusantara 2020
  • TRAINING MEMBANGUN JIWA MERDEKA BAGI GURU, KEPALA DAN PENGAWAS MADRASAH KABUPATEN GRESIK

Recent Comments

    Universitas Gadjah Mada

    Laboratorium Filsafat Nusantara

    Fakultas Filsafat

    Universitas Gadjah Mada

    Gd. Notonagoro (unit A) lt.2

    Jl. Olahraga No.1 Bulaksumur Yogyakarta 55281

     lab-lafinus.filsafat@ugm.ac.id

    © Universitas Gadjah Mada

    KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

    [EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju