
Yogyakarta, 23 September 2026 — Laboratorium Filsafat Nusantara (LAFINUS) Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Forum Diskusi Filsafat Nusantara bertema “Aksara Nusantara dan Manuskrip sebagai Objek Kajian Filsafat Nusantara”. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan posisi aksara dan manuskrip sebagai sumber pengetahuan sekaligus sumber refleksi filosofis dalam pengembangan kajian Filsafat Nusantara.
Forum diskusi dilaksanakan pada Rabu, 23 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB melalui platform Zoom Meeting. Kegiatan ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap filsafat, manuskrip, kebudayaan, dan khususnya kajian Filsafat Nusantara.
Dalam perkembangan filsafat sebagai disiplin ilmu, sumber-sumber pemikiran tidak hanya berasal dari tradisi filsafat Barat. Filsafat juga dapat dikembangkan melalui penggalian pengalaman historis, budaya, bahasa, dan sistem simbol masyarakat lokal. Dalam konteks tersebut, aksara dan manuskrip Nusantara memiliki posisi penting karena menyimpan jejak cara masyarakat memahami, mengklasifikasikan, dan memberi makna terhadap realitas.
Manuskrip Nusantara tidak hanya dapat dibaca sebagai objek kajian filologis atau historis. Di dalamnya terdapat pengetahuan, nilai, keyakinan, pandangan hidup, serta refleksi mengenai berbagai persoalan seperti manusia, alam, ketuhanan, pengetahuan, etika, kekuasaan, kehidupan sosial, hingga relasi manusia dengan kosmos. Kandungan tersebut membuka kemungkinan bagi peneliti filsafat untuk menelusuri struktur gagasan dan horizon makna yang hidup dalam tradisi intelektual masyarakat Nusantara.
Forum ini sekaligus mengangkat persoalan metodologis dalam menjadikan aksara dan manuskrip sebagai objek kajian filsafat. Pemahaman terhadap karakter teks, konteks historis dan kebudayaan, bahasa dan aksara, serta proses penafsiran menjadi bagian penting agar gagasan filosofis dapat direkonstruksi secara bertanggung jawab. Karena itu, kajian tersebut membutuhkan dialog antara filsafat dengan disiplin lain, khususnya filologi, sejarah, bahasa, dan kajian kebudayaan.
Menghadirkan Perspektif tentang Aksara dan Manuskrip
Forum menghadirkan Supriyadi, S.Fil. sebagai narasumber dengan pemaparan mengenai “Aksara Nusantara dan Manuskrip sebagai Objek Kajian Filsafat Nusantara”. Pemaparan tersebut kemudian dibahas oleh Dr. Dra. Sartini, M.Hum. melalui sesi pembahasan dan tanggapan kritis.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Format ini dirancang agar forum tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga membuka dialog mengenai karakter sumber manuskrip, kemungkinan kandungan filosofis yang dapat dikaji, serta persoalan metodologis yang perlu diperhatikan dalam penelitian Filsafat Nusantara berbasis teks.
Melalui forum ini, LAFINUS mendorong perluasan sumber-sumber kajian filsafat sekaligus penguatan tradisi intelektual yang kritis, kontekstual, dan berakar pada kekayaan pemikiran Nusantara. Pemanfaatan aksara dan manuskrip sebagai sumber penelitian diharapkan dapat memperkaya artikulasi pemikiran lokal dalam diskursus akademik kontemporer.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas akademik peserta dalam memahami aksara dan manuskrip Nusantara sebagai sumber pengetahuan dan kebudayaan, mengkaji potensinya sebagai objek penelitian filsafat, serta memahami aspek metodologis dalam membaca dan menafsirkan kandungan filosofis manuskrip. Dengan demikian, forum diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian Filsafat Nusantara yang semakin kaya secara sumber dan kuat secara metodologis. /WOK